PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TOTAL QUALITI MANAGEMENT

Authors

  • Ahmad Syaifulloh

Keywords:

Total Quality Management, TQM, PAI

Abstract

Konsep Total Quality Management (TQM) yang telah dipicu oleh Deming, Juran dan Crosby awalnya bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah di bidang bisnis dan industri, terutama dalam meningkatkan kualitas kualitas. Konsep ini telah diimplementasikan dengan sangat sukses oleh dunia bisnis dan industri di Jepang, dan negara lain di dunia. Dan kemudian TQM mulai diadopsi di dunia pendidikan sekitar 1980. Pelaksanaan TQM di dunia pendidikan telah banyak dilakukan di Indonesia saat ini, dan para ahli telah membahasnya banyak dalam buku mereka. Namun, sebagian besar hanya untuk pendidikan pada umumnya, dalam arti bahwa ada sangat sedikit atau bahkan tidak ada yang membahas pelaksanaan TQM dalam pendidikan agama Islam khusus. Mengingat pendidikan agama saat ini merupakan prioritas dalam rangka menanamkan nilai moralpada generasi di Indonesia. Sehingga sangat diperlukan untuk menemukan cara-cara meningkatkan kualitas mutu pendidikan agama, terutama Islam. TQM adalah sistem manajemen yang melibatkan semua komponen organisasi yang dilakukan secara terus menerus untuk menghasilkan produk/jasa berkualitas sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Berdasarkan beberapa definisi dari TQM di atas, setidaknya ada empat konsep dalam TQM, antara lain: kualitas/kualitas, kepuasan pelanggan, perbaikan yang berkesinambungan, yang melibatkan seluruh komponen organisasi. Langkah untuk mengimplementasikan TQM dalam pendidikan agama Islam adalah sebagai berikut: a). kepemimpinan dan komitmen terhadap kualitas harus datang dari atas. b). Pelanggan yang memuaskan adalah tujuan dari TQM. c). menunjuk fasilitator yang berkualitas. d) bentuk kelompok kontrol kualitas. e) menunjuk Koordinator kualitas. f). mengadakan seminar manajemen senior untuk mengevaluasi program. g). menganalisis dan mendiagnosis situasi. h). gunakan contoh yang sudah dikembangkan di tempat lain. i). mempekerjakan konsultan eksternal. j). memulai pelatihan berkualitas untuk staf. k). mengkomunikasikan pesan kualitas. l). mengukur biaya kualitas. m). menerapkan kualitas alat dan teknik melalui pengembangan kelompok kerja yang efektif. n). mengevaluasi program secara berkala.

Downloads

Published

2020-08-29 — Updated on 2020-08-29

Versions

Issue

Section

Articles